Sabtu, 30 September 2023

Tips Sukses Wirausaha


Nama : Zulhadi
Nim    : 210101206
Kelas  : V F
MK      : Kewirausahaan

Tips Sukses Wirausaha
Hampir setiap orang pasti ingin untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Salah satu yang banyak dicita-citakan orang adalah menjadi pengusaha sukses. Tentu Mencapai suatu usaha yang sukses bukanlah hal yang instan. Agar seorang pengusaha bisa mencapai kesuksesannya, ia harus berjuang secara konsisten dengan kegigihan penuh. Lalu, bagaimana caranya menjadi pengusaha sukses? Berikut ini adalah tips-tips yang bisa Anda lakukan agar menjadi pengusaha sukses.

7 Tips Jitu untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Untuk menjadi pengusaha sukses, dibutuhkan jerih payah dan waktu, serta kemampuan mengeksekusi visi dan target dalam meraih hasil. Dalam hal ini ada banyak sekali kisah inspiratif dari para pengusaha sukses di dunia maupun Indonesia yang menggambarkan perjuangan mereka.

Bagi kita yang saat ini punya niat atau sedang menjalankan sebuah bisnis, berikut beberapa tips untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

1. Mulai dari yang kecil


Untuk menjadi pengusaha kita bisa memulai bisnis dari bisnis kecil-kecilan. Dimulai dari rumah, dari sistem pre-order dengan jumlah terbatas, dan dari omzet ratusan ribu saja. Yang terpenting adalah memulai. Modal besar, strategi bisnis komprehensif, dan visi yang bagus akan percuma bila bisnis tersebut gak kunjung dimulai. Sederhananya, untuk menjadi pengusaha sukses, Kita harus bisa membuat langkah strategis kecil yang berdampak besar.

2. Mengembangkan Rencana Bisnis
Bisnis tidak akan berjalan dengan baik jika tidak memiliki perencanaan yang jelas. Jadi, sebelum memulai suatu bisnis, usahakan untuk memiliki perencanaan bisnisnya terlebih dahulu. Buatlah perencanaan bisnis yang jelas dan terarah. Fungsinya adalah untuk menjadi pedoman langkah-langkah yang harus dilakukan. 
Ada 4 langkah penting sebelum memulai usaha:
1. lakukan riset bisnis terlebih dahulu
2. jangan terjebak masalah (khususnya saat melakukan persiapan)
3. pilih bisnis yang bermanfaat bagi orang lain
4. pintar dan cermat mengolah modal yang kamu miliki.

3. Berani mengambil risiko 

Jika ingin menjadi seorang pengusaha sukses, akan ada banyak risiko yang menghadang. Seorang pengusaha harus berani mengambil risiko tersebut. Keputusan yang diambil harus dengan pertimbangan risiko. Hasil yang besar tidak akan didapatkan jika tidak berani mengambil risiko dalam setiap keputusan.

4. Tekun dan bekerja keras 
Seorang pengusaha sukses harus tekun dalam menjalankan apa pun usahanya. Tanpa ketekunan, bisnis tidak akan berjalan dengan baik. Selain itu, kerja keras juga menjadi hal yang harus dimiliki seorang pengusaha. Tanpa kerja keras, bisnis yang dijalankan tentunya tidak akan bisa mencapai keberhasilan. 

5. Perhatikan Perilaku dan Kebutuhan Konsumen
Inilah alasan mengapa survey pasar menjadi sangat dibutuhkan sebelum memulai usaha. Karena dengan kamu memperhatikan atau menganalisa perilaku serta kebutuhan konsumen kamu, maka setiap penjualan produk/jasa dari usaha kamu akan semakin optimal.

6. Bangun networking 
Dalam membangun bisnis, networking menjadi hal yang cukup penting. Semakin banyak networking yang dimiliki, semakin mudah pula dalam membesarkan bisnis, apalagi di zaman yang serba cepat ini, persaingan dalam bisnis pun sangat ketat. Jadi, daripada menjalin persaingan, lebih baik menjaring networking sebanyak-banyaknya agar lebih mudah membesarkan bisnis atau usaha yang sedang dikembangkan. Dengan networking, tentu akan lebih mudah menyelesaikan masalah karena banyak orang yang berpotensi membantu.

7. Terus Belajar dan Selalu Evaluasi
Setiap perjalanan untuk memulai suatu usaha pasti ada “naik-turun” dan “pasang-surutnya”. Jadilah orang yang selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari orang lain. Teruslah belajar dan selalu evaluasi setiap hasil yang kamu dapatkan agar usaha kamu tidak mati dan terus berkembang.

Kesimpulan
Untuk Mencapai suatu usaha yang sukses bukanlah hal yang instan. Agar seorang pengusaha bisa mencapai kesuksesannya, ia harus berjuang secara konsisten dengan kegigihan penuh, dan juga akan ada banyak risiko yang menghadang. Seorang pengusaha harus berani mengambil risiko tersebut. Keputusan yang diambil harus dengan pertimbangan risiko. Hasil yang besar tidak akan didapatkan jika tidak berani mengambil risiko dalam setiap keputusan. 


Sumber :

https://www.kreditplus.com/article/read/6-tips-jitu-menjadi-wirausaha-sukses-yang-bisa-kamu-tiru
https://bbs.binus.ac.id/2022/05/calon-pengusaha-begini-tips-menjadi-pengusaha-sukses/
https://www.jenius.com/highlight/detail/3-pertanyaan-tentang-memulai-bisnis gclid=CjwKCAjwgsqoBhBNEiwAwe5w0wuxYqbavW9R0kzY6lp9k3_cyH6pcS_sOQB32pJcUko_38m4dhY-GBoCPlUQAvD_BwE&gclsrc=aw.ds
https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/7-tips-jitu-untuk-menjadi-pengusaha-sukses
https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/10/19/cara-menjadi-pengusaha-sukses

You tube :
https://youtube.com/@lintang_brothers8073?si=Dw2CNgW3l4StI8l7

Instagram : 
@zulhadi_azzaahir








Minggu, 24 September 2023

Efektivitas Teknologi Dalam Tujuan Pendidikan


 NAMA : ZULHADI
 NIM     : 210101206
 KELAS : 2 F

 Efektivitas teknologi pendidikan

        Efektivitas mengacu kepada pencapaian target secara kuantitas dan kualitas suatu sasaran program. Makin besar persentase target suatu program yang tercapai makin tinggi tingkat efektivitasnya. Efektivitas berkaitan dengan kualitas. Achmad Sanusi (1988) dalam Sistem Manajemen Pendidikan di Indonesia,  efektivitas menekankan kepada relevansi dan adaptabilitas suatu keputusan dalam rencana dan program terhadap dinamika nilai-nilai dalam hubungan interpersonal pegawai serta lingkungan budayanya.
       Djam’an Satori (2000) mengemukakan sekolah efektif dalam perspektif manajemen, merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan tindakan, dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Selanjutnya jika dilihat dalam perspektif ini, dimensi dan indikator sekolah efektif dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Layanan belajar bagi siswa
Dimensi ini mencakup seluruh kegiatan yang ditujukan untuk menciptakan mutu pengalaman belajar. Yang menjadi indikator mutu layanan adalah :
• Mutu mengajar guru, aspek ini merupakan refleksi dari kinerja profesional guru yang ditunjukan dalam penguasaan bahan ajar, metode dan teknik mengajar untuk mengembangkan interkasi dan suasana belajar mengajar yang menyenangkan, pemanfaatan fasilitas dan sumber belajar, melaksanakan evaluasi hasil belajar. Indikator mutu mengajar dapat pula dilihat dalam dokumen perencanaan mengajar, catatan khusus siswa bermasalah, program pengayaan, analisis tes hasil belajar, dan sistem informasi kemajuan/prestasi belajar siswa.
• Kelancaran layanan belajar mengajar. Bagaimana kelancaran layanan tersebut, sesuai dengan jadwal yang telah disusun merupakan indikator penting kinerja manajemen sekolah efektif. Adanya gejala “kelas bebas” karena guru tidak masuk kelas atau para siswa tidak belajar disebabkan oleh interupsi rapat sekolah atau kegiatan lainnya, merupakan keadaan yang tidak boleh dianggap wajar.
• Umpan balik yang diterima siswa, Siswa sepatutnya memperoleh umpan balik yang menyangkut mutu pekerjaannya, seperti hasil ulangan, ujian atau tugas-tugas yang telah dilakukannya.
• Layanan keseharian guru terhadap siswa, Untuk kepentingan pengajaran atau hal lainnya, murid memerlukan menemui gurunya untuk berkonsultasi. Kesediaan guru untuk melayani konsultasi siswa sangat penting untuk mengatasi kesulitasn belajar. 
• Kepuasan siswa terhadap layanan mengajar guru, siswa merupakan costumer primer di sekolah, dan oleh karenanya mereka sepatutnya mendapatkan kepuasan atas setiap layanan yang ia terima di sekolah.
• Kenyamanan ruang kelas, ruang kelas yang baik memenuhi kriteria ventilasi, tata cahaya, kebersihan, kerapihan, dan keindahan akan membuat para penghuninya merasa nyaman dan aman berada di dalamnya.
• Ketersediaan fasilitas belajar, sekolah memiliki kewajiban menyediakan setiap fasilitas yang mendukung implementasi kurikulum, seperti laboratorium, perpustakaan fasilitas olah raga dan kesenian, dan fasilitas lainnya untuk pengembangan aspek-aspek kepribadian.
• Kesempatan siswa menggunakan berbagai fasilitas sekolah, sesungguhnya sekolah diartikan untuk melayani para siswa yang belajar dan oleh karenanya para siswa hendak diperlukan sebagai pihak yang harus menikmati penggunaan setiap fasilitas yang tersedia di sekolah, seperti fasilitas olah raga, kesenian dalam segala bentuknya,ruang serba guna, kafteria, mushola, laboratorium, perpustakaan, komputer, internet dan lain sebagainya.
2. Pengelolaan dan Layanan Siswa
      Seperti telah diungkapkan terdahulu, siswa adalah costumer primer layanan pendidikan. Sebagai costumer, para siswa sepatutnya memperoleh kepuasan. Kepuasan tersebut menyangkut;
(1) mutu layanan yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya, 
(2) mutu layanan dalam menjalani tugas-tugas perkembangan pribadinya, sehingga mereka lebih memahami realitas dirinya dan dapat mengatasi sendiri persoalan-persoalan yang dihadapinya, dan 
(3) pemenuhan kebutuhan kemanusiannya (dari kebutuhan dasar, rasa aman, penghargaan, pengakuan dan aktualisasi diri). Untuk menjamin layanan tersebut, sekolah yang efektif akan menyediakan layanan bimbingan konseling dan sistem informasi yang menunjang. Demikian pula layanan untuk mememuhi bakat dan minat anak dalam bentuk pengembangan program-program extra kurikuler mendapat perhatian yang berarti. Dalam kondisi seperti disebutkan, sekolah yang efektif memiliki siswa yang disiplin dengan motivasi belajar yang tinggi.
3. Sarana dan prasarana sekolah
     Sarana dan prasarana atau disebut sebagai fasilitas sekolah mencakup, gedung, lahan dan peralatan pelajaran.Aspek dari gedung adalah kualitas fisik dan kenyamanan ruang manajemen (ruang kerja kepala sekolah dan layanan administratif), ruang kerja guru, ruang kebersamaan, dan fasilitas gedung lainnya seperti kafetaria, toilet, dan ruang pentas. Lahan sekolah yang baik ditata sedemikian rupa sehingga menciptakan kenyamanan bagi penghuninya. Sekolah yang efektif seperti buku-buku pelajaran dan sumber belajar lainnya yang relevan, alat-alat pelajaran dan peraga yang mendukung kurikulum sekolah sangat diperhatikan. Seluruhnya peralatan pengajaran tersebut, digunakan secara optimal sesuai dengan fungsi-fungsinya.
4. Program dan pembiayaan
     Sekolah yang efektif memiliki perencanaan strategik dan tahunan yang dipatuhi dan diketahui oleh masyarakat sekolah. Kepemilikan perencanaan strategik sekolah membantu mengarahkan dinamika orientasi sekolah yang dibimbing visi, misi, kejelasan prioritas program, sasaran dan indikator keberhasilannya. Perencanaan tahunan merupakan penjabaran dari perencanaan strategik yang berisi program-program berisi program-program operasional sekolah. Program-program tersebut, didukung oleh pembiayaan yang memadai dengan sumber-sumber anggaran yang andal dan permanen. Kebijakan dan keputusan yang menyangkut pengembangan sekolah tersebut dilakukan dengan memperhatikan partisipatif staf dan anggota masyarakat sekolah (dewan/komite sekolah). 
5.  Budaya sekolah
      Budaya sekolah merupakan tatanan nilai, kebiasaan, kesepakatan-kesepakatan yang direfleksikan dalam tingkah laku keseharian, baik perorangan maupun kelompok. Budaya sekolah dapat diartikan sebagai respon psikologis penghuni sekolah terhadap peristiwa kehidupan keseharian yang terjadi di sekolah. Budaya sekolah akan berpengaruh terhadap pencapaian misi sekolah apabila melahirkan respon psikologis yang postif dan menyenangkan bagi sebagian besar atau seluruh penghuni sekolah. Sebaliknya, budaya sekolah bersifat destruktif apabila melahirkan respon yang negatif atau kurang menyenangkan bagi sebagian besar atau seluruh penghuni sekolah. Budaya sekolah dalam pengertian ini sering diartikan sama dengan iklim sekolah, yaitu suasana kehidupan keseharian yang berlangsung di sekolah yang memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap respon psikologis para penghuninya.

     Uraian tersebut, memperkuat pemahaman bahwa sekolah sebagai institusi yang mempersiapkan sumber daya manusia unggul sudah selayaknya mempunyai kekuatan-kekuatan yang didukung indikator yang terukur termasuk masalah efektivitas. Efektivitas organisasi termasuk lembaga pendidikan, sangat erat kaitannya dengan kinerja organisasi itu sendiri, yang dibangun oleh kekuatan personil, kelompok dan organisasi secara totalitas.

Manfaat Penggunaan Teknologi untuk Pendidikan

Beberapa manfaat dari penggunaan teknologi pada pendidikan telah dirasakan bukan hanya oleh siswa saja, tetapi juga oleh tenaga pendidik. Berikut di antara manfaatnya:

1. Meningkatkan kualitas pendidikan

Teknologi mampu dijadikan sebagai alat untuk memudahkan proses mengajar oleh tenaga pendidik. Selain itu, dapat dimanfaatkan oleh para siswa pula untuk menggali lebih banyak ilmu. Apabila dari pihak pengajar dan pendidik mampu menggunakan teknologi ini dengan baik, maka kualitas pendidikan di Indonesia pun akan semakin membaik.

2. Media pendukung pelajaran

Dalam kegiatan belajar mengajar, tidak jarang siswa merasa jenuh dengan materi pelajaran yang disampaikan secara monoton. Dengan adanya teknologi, sekarang para pendidik mampu membuat alternatif cara mengajar yang lebih interaktif. Misalnya, dengan memperlihatkan materi pelajaran lewat slide presentasi yang lebih hidup atau dengan video-video yang mengundang siswa untuk lebih fokus belajar.

Dengan menerapkan inovasi pembelajaran yang lebih hidup dari adanya teknologi, maka akan sangat mungkin pembelajaran di kelas akan lebih menyenangkan. Siswa juga akan lebih bersemangat untuk menerima materi pelajaran.

3. Sarana mendapat informasi

Manfaat yang bisa didapatkan dari teknologi lainnya yaitu kemudahan untuk mendapatkan informasi. Sering kali ketika mengerjakan tugas maupun mendapat materi yang susah untuk dipelajari, siswa akan cenderung mencarinya lewat buku teks yang diberikan. Tetapi, sekarang juga ada alternatif lain yaitu bisa lewat mesin pencari berkat majunya teknologi.

Kemudahan ini sering dimanfaatkan oleh hampir semua siswa dan mahasiswa. Bahkan, oleh para tenaga pendidik pun tak sedikit yang menggunakan teknologi untuk mencari informasi lebih banyak mengenai suatu materi pelajaran yang akan disampaikan.

4. Media belajar tanpa batasan

Saat dalam kondisi yang penuh dengan keterbatasan untuk mendapatkan pendidikan, teknologi hadir sebagai salah satu penyelamat. Contohnya, saat pandemi Covid-19 terjadi di awal tahun, kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan beberapa waktu untuk menghindarkan terjadinya penyebaran virus corona.

Dalam kondisi yang seperti ini, teknologi berhasil menjadi media yang memungkinkan para siswa dan guru untuk melakukan proses belajar mengajar tanpa bertatap muka secara langsung. Guru dan murid bisa melakukan proses belajar mengajar lewat video conference, mengirim tugas dan materi lewat group chatting hingga email.

Jadi, itulah manfaat yang bisa diambil dari adanya teknologi dalam dunia pendidikan. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan apabila teknologi dipakai dengan baik dan pastinya akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia.








Sumber :

http://lukmancoroners.blogspot.com/2010/05/efektivitas-dan-efisiensi-sekolah.html?m=1
https://www.kabarpendidikan.id/2021/07/teknologi-pendidikan-dalam-keefektifan.html
https://stiaprima.ac.id/syscontent/quick_content/c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c
https://smkn1-pkp.sch.id/blog/opini-teknologi-pendidikan-dan-efektivitas-pembelajaran/

Laporan UTS Kewirausahaan